

KANTOR IMIGRASI KELAS I TPI MALANG
KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL IMIGRASI
JAWA TIMUR
Jl. Raden Panji Suroso No.4, Polowijen, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
Telepon/Fax : 0341 (491039)
| Telepone | : | (0341) 491039 |
| : | 08113595000 | |
| : | Imigrasi Malang | |
| : | imigrasi_malang | |
| Twitter/ X | : | imigrasimalang |
| Tiktok | : | imigrasi_malang |
| : | ||
| Linktree | : | Imigrasi Malang |
| Website | : | https://malang.imigrasi.go.id |
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat menuntut kita untuk senantiasa melakukan pengembangan sistem informasi secara menyeluruh, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah yang meliputi Kantor Wilayah serta satuan kerja di bawahnya. Dukungan dari segi sumber daya manusia maupun infrastruktur sangat berperan penting dalam menunjang kelancaran pengembangan teknologi informasi tersebut.
Sejalan dengan penguatan tata kelola teknologi informasi di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Direktorat Jenderal Imigrasi terus berupaya meningkatkan kinerja berbasis teknologi melalui pemanfaatan dan pengembangan sistem informasi, termasuk penyediaan laman resmi bagi satuan kerja sebagai sarana publikasi, layanan informasi, serta media komunikasi dengan masyarakat.
Kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pengembangan laman resmi satuan kerja di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Harapan kami, laman ini dapat menjadi media publikasi yang bermanfaat bagi pejabat administrator, pengawas, pemangku jabatan fungsional, dan seluruh pegawai satuan kerja pada umumnya dalam mendukung keterbukaan informasi publik melalui penyampaian informasi kepada masyarakat secara cepat, akurat, dan transparan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Anak Agung Bagus Narayana
Kumham CorpU merupakan manajemen strategis pengembangan SDM yang fokus pada program strategis Kementerian, dengan mengelola individu pegawai dalam ekosistem organisasi pembelajar, serta pengelolaan pengetahuan untuk pencapaian karakter unggul di bidang Hukum dan HAM
Corporate University bukan lembaga atau institusi pendidikan dan pelatihan yang menempel (embeded), melainkan strategi manajemen agar terjadi pembelajaran individu dan pembelajaran dalam organisasi, serta pengelolaan pengetahuan individu dan pengetahuan strategis organisasi. Pembentukan ekosistem organisasi pembelajar memberikan kesempatan bagi seluruh komponen untuk belajar setiap saat dan mengembangkan diri untuk memenuhi standarisasi potensi atau talenta.
Paradigma CorpU berdampak pada 3(tiga) perubahan yang menonjol, yaitu Desain pengembangan SDM, Pendekatan analisis kebutuhan pembelajaran, dan Sinergi antar bagian organisasi.
Berbeda dengan lembaga pendidikan yang fokus pada pemenuhan kesenjangan atas kompetensi individu, konsep CorpU lebih fokus pada pencapaian strategis organisasi sehingga mengarah pada spesialisasi pelatihan yang berdampak pada kebutuhan nyata organisasi dalam lingkup pelayanan publik.
Dalam segi Analisis kebutuhan pengembangan SDM, baik pendidikan ataupun pelatihan seringkali dilakukan dari atas ke bawah sehingga kebutuhan organisasi belum dikaji secara serius. Lain halnya dengan konsep CorpU yang didasarkan atas hasil rapat pimpinan tertinggi (Learning Council Meeting) dalam mengidentifikasi kebutuhan pengembangan berdasarkan isu strategis organisasi yang diputuskan oleh manajemen tertinggi hingga dapat dihasilkan cetak biru untuk pengembangan pada tahun berikutnya.
Perubahan yang terakhir yaitu dalam hal keterlibatan semua pihak. Lembaga pelatihan dan pendidikan sudah terbiasa meposisikan diri sebagai pelaksana kegiatan atas permintaan dari pemangku kepentingan atau konsumen. Berbeda dengan strategi CorpU, konsep ini menempatkan semua pihak sebagai pelaksana yang terlibat dalam merumuskan program, pengembangan, pelaksanaan, sampai reformulasi melalui tahap evaluasi.
Corporate University bertanggungjawab untuk dapat memastikan semua pegawai belajar dan mempelajari hal-hal secara benar, dengan cara penyampaian pembelajaran yang benar. Tentu saja tahapan tersebut sangat membutuhkan kecakapan mulai dari bagaiman memperoleh sumber pengetahuan, cara mendokumentasikannya, kemudian cara mendistribusikannya hingga tahap penerapan pengetahuannya.