Community Wach
Penanganan pengaduan pelanggaran keimigrasian melalui kanal pengaduan Kantor Imigrasi Malang
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Malang meluncurkan inovasi layanan berbasis partisipasi publik bertajuk COMMUNITY WATCH, sebuah mekanisme pelaporan pelanggaran keimigrasian yang melibatkan masyarakat secara langsung melalui kanal pengaduan resmi kantor.
Inovasi ini hadir sebagai respons atas tantangan dalam pengawasan keimigrasian di wilayah yang luas dengan keterbatasan sumber daya. Melalui COMMUNITY WATCH, masyarakat kini menjadi mitra strategis dalam mendeteksi dan melaporkan pelanggaran oleh orang asing.
Dampak Sebelum dan Sesudah COMMUNITY WATCH
|
Sebelum Inovasi |
Sesudah Inovasi (COMMUNITY WATCH) |
|
Sulitnya mendeteksi pelanggaran keimigrasian secara cepat. |
Masyarakat dapat melaporkan langsung melalui kanal pengaduan resmi. |
|
Keterbatasan petugas dalam menjangkau seluruh wilayah kerja. |
Pengawasan terbantu melalui peran aktif warga di lingkungan masing-masing. |
|
Luasnya cakupan wilayah membuat pengawasan kurang maksimal. |
Efektivitas dan jangkauan pengawasan meningkat secara signifikan. |
|
Pengaduan masyarakat belum terkelola dengan baik. |
Pengaduan dikelola sistematis dan ditindaklanjuti dengan cepat dan terukur. |
Hasil Nyata dari COMMUNITY WATCH
Sejak diluncurkan, COMMUNITY WATCH telah menerima sejumlah pengaduan masyarakat yang langsung ditindaklanjuti oleh petugas. Dari laporan yang masuk:
- 2 orang asing dikenai tindakan deportasi, dan
- 1 kasus dilimpahkan ke pihak kepolisian karena diduga melanggar ketentuan hukum pidana lainnya.
Capaian ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan presentase Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) yang berhasil ditangani oleh Kantor Imigrasi Malang.
Wujud Partisipasi dan Transparansi Layanan
COMMUNITY WATCH mencerminkan semangat transparansi dan keterlibatan publik dalam sistem keimigrasian. Dengan menyediakan akses pelaporan yang mudah dan responsif, masyarakat kini dapat turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar mereka.

